Showing posts with label Selingkuh. Show all posts
Showing posts with label Selingkuh. Show all posts

Friday, August 31, 2018

Kenikmatan Tubuh Anak Kost


Cerita Dewasa - Kisah ini menceritakan tentang pengalamanku di tempat kostku. Di tempat kost kami berlima dan hanya ada satu-satunya cewek di kost ini, namanya Vivin. Aku heran ibu kost menerima anak perempuan di kost ini. Oh, rupanya Vivin bekerja di dekat kost sini. Vivin cukup cantik dan kelihatan sudah matang dengan usianya yang relatif sangat muda, tingginya kira-kira 160 cm. Yang membuatku bergelora adalah tubuhnya yang putih kecoklatan dan kedua buah dadanya yang besar.

Kapan aku bisa mendapatkannya, pikirku. Menikmati tubuhnya, menancapkan penisku ke vaginanya dan menikmati gelora kegadisannya. Umurku sudah 35 tahun. Belum menikah tapi sudah punya pacar yang jauh di luar kota. Soal hubungan seks, aku baru pernah dua kali melakukannya dengan wanita. Marioqq

Pertama dengan Mbak Nita, teman sekantorku dan dengan Dona. Sedangkan dengan pacarku, aku belum pernah melakukannya. Kami berlima di kost ini kamarnya terpisah dari rumah induk ibu kost, sehingga aku dapat menikmati gerak-gerik Vivin dari kamarku yang hanya berjarak tidak sampai 10 meter. Yang gila dan memuncak adalah aku selalu melakukan masturbasi minimal dua hari sekali. Aku paling suka melakukannya di tempat terbuka. Kadang sambil lari pagi, aku mencari tempat untuk melampiaskan imajinasi seksku. Sambil memanggil nama Vivin, crot crot crot.., muncratlah spermaku, enak dan lega walau masih punya mimpi dan keinginan menikmati tubuh Vivin.


Aku juga suka melakukan masturbasi di rumah, di luar kamar di tengah malam atau pagi-pagi sekali sebelum semuanya bangun. Aku keluar kamar dan di bawah terang lampu neon atau terang bulan, kutelanjangi diriku dan mengocok penisku, menyebut-nyebut nama Vivin sebagai imajinasi senggamaku. Bahkan, aku pernah melakukan masturbasi di depan kamar Vivin, kumuntahkan spermaku menetesi pintu kamarnya. Lega rasanya setelah melakukan itu.

Vivin kuamati memang terlihat seperti agak binal. Suka pulang agak malam diantar cowok yang cukup altletis, sepertinya pacarnya. Bahkan beberapa kali kulihat suka pulang pagi- pagi, dan itu adalah pengamatanku sampai kejadian yang menimpaku beberapa hari sebelum bulan itu. Seperti biasanya, aku melakukan masturbasi di luar kamarku. Hari sudah larut hampir jam satu dini hari. Aku melepas kaos dan celana pendek, lalu celana dalamku. Aku telanjang dengan Tangan kiri memegang tiang dan tangan kanan mengocok penisku sambil kusebut nama Vivin. Bandarq

Tiba-tiba aku terhenti mengocok penisku, karena memang Vivin entah tiba-tiba tengah malam itu baru pulang. Dia memandangiku dari kejauhan, melihat diriku telanjang dan tidak dengan cepat-cepat membuka kamarnya. Sepertinya kutangkap dia tidak grogi melihatku, tidak juga kutangkap keterkejutannya melihatku. Aku yang terkejut. Setelah dia masuk kamar, dengan cuek kulanjutkan masturbasiku dan tetap menyebut nama Vivin. Yang kurasakan adalah seolah aku menikmati tubuhnya, bersenggama dengannya, sementara aku tidak tahu apa yang dipikirkannya tentangku di kamarnya.



Malam itu aku tidur dengan membawa kekalutan dan keinginan yang lebih dalam. Paginya, ketika aku bangun, sempat kusapa dia. “Met pagi..” kataku sambil mataku mencoba menangkap arti lain di matanya. Kami hanya bertatapan. Ketika makan pagi sebelum berangkat kantor juga begitu. “Kok semalam sampai larut sih..?” tanyaku. “Kok tak juga diantar seperti biasanya..?” tanyaku lagi sebelum dia menjawab. “Iya Mas, aku lembur di kantor, temenku sampai pintu gerbang saja semalam.” jawabnya sambil tetap menunduk dan makan pagi. “Semalam nggak terkejut ya melihatku..?” aku mencoba menyelidiki. Bandarq Online

Wajahnya memerah dan tersenyum. Wahh.., serasa jantungku copot melihat dan menikmati senyum Vivin pagi ini yang berbeda. Aku rasanya dapat tanda- tanda nih, sombongnya hatiku. Rumah kost kami memang tertutup oleh pagar tinggi tetangga sekeliling. Kamarku berada di pojok dekat gudang, lalu di samping gudang ada halaman kecil kira-kira 30 meter persegi, tempat terbuka dan tempat untuk menjemur pakaian.

Tanah ibu kostku in cukup luas, kira-kira hampir 50 X 100 m. Ada banyak pohon di samping rumah, di samping belakang juga. Di depan kamarku ada pohon mangga besar yang cukup rindang. Rasanya nasib baik berpihak padaku. Sejak saat itu, kalau aku berpapasan dengan Vivin atau berbicara, aku dapat menangkap gejolak nafsu di dadanya juga. Kami makin akrab. Ketika kami berbelanja kebutuhan Puasa di supermarket, kukatakan terus terang saja kalau aku sangat menginginkannya. Vivin diam saja dan memerah lagi, dapat kulihat walau tertunduk. Agen Bandarq

Aku mengajaknya menikmati malam Minggu tengah malam kalau dia mau. Aku akan menunggu di halaman dekat kamarku, kebetulan semua teman- teman kostku pulang kampung. Yang satu ke Solo, istrinya di sana, tiap Sabtu pasti pulang. Yang satunya pulang ke Temanggung, persiapan Puasa di rumah. Aku harus siapkan semuanya. Kusiapkan tempat tidurku dengan sprei baru dan sarung bantal baru. Aku mulai menata halaman samping, tapi tidak begitu ketahuan. Ahh, aku ingin menikmati tubuh Vivin di halaman, di meja, di rumput dan di kamarku ini.


Betapa menggairahkan, seolah aku sudah mendapat jawaban pasti. Sabtu malam, malam semakin larut. Aku tidur seperti biasanya. Juga semua keluarga ibu kost. Aku memang sudah nekat kalau seandainya ketahuan. Aku sudah tutupi dengan beberapa pakaian yang sengaja kucuci Sabtu sore dan kuletakkan di depan kamarku sebagai penghalang pandangan. Tidak lupa, aku sudah menelan beberapa obat kuat/perangsang seperti yang diiklankan.

Tengah malam hampir jam setengah satu aku keluar. Tidak kulihat Vivin mau menanggapi. Kamarnya tetap saja gelap. Seperti biasa, aku mulai melepasi bajuku sampai telanjang, tangan kiriku memegangi tiang jemuran dan tangan kananku mengocok penisku. Sambil kusebut nama Vivin, kupejamkan mataku, kubayangkan sedang menikmati tubuh Vivin. Domino99

Sungguh mujur aku waktu itu. Di tengah imajinasiku, dengan tidak kuketahui kedatangannya, Vivin telah ada di belakangku. Tanpa malu dan sungkan dipeluknya aku, sementara tanganku masih terus mengocok penisku. Diciuminya punggungku, sesekali digigitnya, lalu tangannya meraih penisku yang menegang kuat. “Vivin.. Vivin.. achh.. achh.. nikmatnya..!” desahku menikmati sensasi di sekujur penisku dan tubuhku yang terangkat tergelincang karena kocokan tangan Vivin. “Uhh.. achh.. Vivin, Vivin.. ohh.. aku mau keluar.. ohh..” desahku lagi sambil tetap berdiri.


Kemudian kulihat Vivin bergerak ke depanku dan berlutut, lalu dimasukkannya penisku ke mulutnya. “Oohh Vivin.. Uhh Vivini.., Saarrii.. Nikmat sekali..!” desahku ketika mulutnya mengulumi penisku kuat- kuat. Akhirnya aku tidak dapat menahannya lagi, crott.. crot.. crot.., spemaku memenuhi mulut Vivin, membasai penisku dan ditelannya. Ahh anak ini sudah punya pengalaman rupanya, pikirku.

Lalu Vivin berdiri dengan mulut yang masih menyisakan spermaku, aku memeluknya dan menciuminya. Ahh.., kesampaian benar cita- citaku menikmati tubuhnya yang putih kecoklatan, lembut, sintal dan buah dadanya yang menantang. Kulumati bibirnya, kusapu wajahnya dengan mulutku. Kulihat dia memakai daster yang cukup tipis. BH dan celana dalamnya kelihatan menerawang jelas. Agen Domino

Sambil terus kuciumi Vivin, tanganku berkeliaran merayapi punggung, dada dan pantatnya. Ahh.. aku ingin menyetubuhi dari belakang karena sepertinya pantatnya sangat bagus. Aku segera melepaskan tali telami dasternya di atas pundak, kubiarkan jatuh di rumput. Ahh.., betapa manis pemandangan yang kulihat. Tubuh sintal Vivin yang hanya dibalut dengan BH dan celana dalam. Wahh.., membuat penisku mengeras lagi. Kulumati lagi bibirnya, aku menelusuri lehernya. “Ehh.., ehh..!” desis Vivin menikmati cumbuanku. “Ehh.., ehh..!” sesekali dengan nada agak tinggi ketika tanganku menggapai daerah- daerah sensitifnya.




Kemudian kepalanya mendongak dan buah dadanya kuciumi dari atas. O my God, betapa masih padat dan montok buah dada anak ini. Aku mau menikmatinya dan membuatnya mendesis- desis malam ini. Tanganku yang nakal segera saja melepas kancing BH-nya, kubuang melewati jendela kamarku, entah jatuh di mana, mungkin di meja atau di mana, aku tidak tahu. Uhh.., aku segera memandangi buah dada yang indah dan montok ini. Wah luar biasa, kuputari kedua bukitnya. Aku tetap berdiri. bergantian kukulumi puting susunya. Ahh.., menggairahkan. Terkadang dia mendesis, terlebih kalau tangan kananku atau kiriku juga bermain di putingnya, sementara mulutku menguluminya juga. Aduq Online Terbaik

Tubuhnya melonjak- lonjak, sehingga pelukan tangan kanan atau kiriku seolah mau lepas. Vivin menegang, menggelinjang-gelinjang dalam pelukanku. Lalu aku kembali ke atas, kutelusuri lehernya dan mulutku berdiam di sana. Tanganku sekarang meraih celana dalamnya, kutarik ke bawah dan kubantu melepas dari kakinya. Jadilah kami berdua telanjang bulat. Kutangkap kedua tangan Vivin dan kuajak menjauh sepanjang tangan, kami berpandangan penuh nafsu di awal bulan ini.


Kami sama-sama melihat dan menjelajahi dengan mata tubuh kami masing- masing dan kami sudah saling lupa jarak usia di antara kami. Penisku menempel lagi di tubuhnya, enak rasanya. Aku memutar tubuhnya, kusandarkan di dadaku dan tangannya memeluk leherku. Kemudian kuremasi buah dadanya dengan tangan kiriku, tangan kananku menjangkau vaginanya. Kulihat taman kecil dengan rumput hitam cukup lebat di sana, lalu kuraba, kucoba sibakkan sedikit selakangannya. Capsa Susun

Vivin tergelincang dan menggeliat-geliat ketika tanganku berhasil menjangkau klitorisnya. Seolah dia berputar pada leherku, mulutnya kubiarkan menganga menikmati sentuhan di klitorisnya sampai terasa semakin basah. Kubimbing Vivin mendekati meja kecil yang kusiapkan di samping gudang. Kusuruh dia membungkuk. Dari belakang, kuremasi kedua buah dadanya. Kulepas dan kuciumi punggungnya hingga turun ke pantatnya. Selangkangannya semakin membuka saja seiring rabaanku.



Setelah itu aku turun ke bawah selakangannya, dan dengan penuh nafsu kujilati vaginanya. Mulutku menjangkau lagi daerah sensitif di vaginanya sampai hampir-hampir kepalaku terjepit. “Oohh.., ehh.., aku nggak tahan lagi.., masukkan..!” pintanya. Malam itu, aku akhirnya dapat memasukkan penisku dari belakang. Kumasukkan penisku sampai terisi penuh liang senggamanya. Sakong

Saat penetrasi pertama aku terdiam sebelum kemudian kugenjot dan menikmati sensasi orgasme. Aku tidak perduli apakah ada yang mendengarkan desahan kami berdua di halaman belakang. Aku hanya terus menyodok dan menggenjot sampai kami berdua terpuaskan dalam gairah kami masing-masing. Aku berhasil memuntahkan spermaku ke vaginanya, sementara aku mendapatkan sensasi jepitan vagina yang hebat ketika datang orgasmenya.


Aku dibuatnya puas dengan kenyataan imajinasiku malam Minggu itu. Sabtu malam atau minggu dini hari yang benar-benar hebat. Aku bersenggama dengan Vivin dalam bebrapa posisi. Terakhir, sebelum posisi konvensioal, aku melakukan lagi posisi 69 di tempat tidur. Ahh Vivin, dia berada dalam pelukanku sampai Minggu pagi jam 8 dan masih tertidur di kamarku. Bandar 66

Aku bangun duluan dan agak sedikit kesiangan. Ketika melihat ke luar kamar, ohh tidak ada apa-apa. Kulihat kedua cucu ibu kostku sedang bermain di halaman. Mereka tidak mengetahui di tempat mereka bermain itu telah menjadi bagian sejarah seks hidupku dan Vivin. Itulah pengalamanku dengan Vivin di kost. Aku sudah dua malam Minggu bersamanya. Betapa hebat di bulan ini. Aku bisa, aku bisa.. dan mau terus berburu lagi. Ahh.., hidup memang menggairahkan dengan seks, dengan wanita.


Baca Juga :

Tuesday, August 28, 2018

Bapak Dosen Yang Memuaskanku


Cerita Dewasa - Aku Sinta dan aku baru saja nikah, aku berfikiran bahwa gambaran tentang nikah dan kenyataannya beda banget seperti semar dan arjuna. Terbayang nikmatnya kalo diranjang dengan suami hampir tak pernah aku rasakan, memang si belum setahun aku nikah. Aku nikah dengan lelaki mapan, punya segalanya: rumah, kendaraan buat aku juga, peralatan rumah modern dan lengkap. Yang kurang adalah aktivitas ranjangnya, maklum suamiku sangat workaholik, sehingga aku jadi istrinya yang kesekian.

Kadang weekend pun dia kerja, seringnya keluar kota. Kalau ada dirumah, kerja sampai tengah malam, aku dah ngantuk dan ketika naik ranjang dia dah letoy, sehingga jaranglah aku dicolek2. Ya mo bilang apa, dari segi materi terpenuhi tapi segi yang satunya lagi enggak. Memang nasib ya kalo milih suami lelaki yang sudah mapan dan workaholik pula. MarioQQ

Aku selesai sekolah langsung nikah, kenal suamiku juga gak lama, sehingga pacaran bentar langsung dilamar dan dijadiin istri deh. Aku punya temen Nina, temen akrab waktu kuliah, sampe sekarang. Aku sering curhat ma Nina, tapi ya Nina gak bisa kasi jalan keluar apa2, cuma menjadi pendengar yang baek aja. Ya mendinglah bisa curhat biar gak da solusinya, ketimbang dipendem dihati, bisa depresi lama-lama.


Nina belum nikah tapi pengalaman ranjangnya banyak banget, dari mantan2 cowoknya. Satu weekend, seperti biasa aku jadi bujangan lagi karena suami sudah ngilang kluar kota, aku call Nina. Heran juga lama baru diangkat hp nya. "Halo", kedengaran suara Nina serak. "Kamu sakit Nin". "Enggak kok". "Kok serak gitu". "iya neh, kebanyakan triak2 kali". "Ngapain triak2, ikut demo ya". "Iya demo kenikmatan". Aku kurang mengerti omongannya yang terakhir tapi aku gak nanya lebih lanjut, mungkin ada hubungannya dengan aktivitas ranjang.

"Kamu kesepian ya, ketempatku aja, ntar ikutan demo". "Aku ganggu gak, kan kamu lagi bernikmat ria". Dia cuma tertawa, "Gak kok, kan bisa di share". "Oke deh aku ke rumahmu ya". "Aku tunggu ya". Segera aku meninggalkan rumah, meluncur dengan mobil yang kusetir sendiri, enaknya punya suami mapan diluar ranjang, ya semua sudah tersedia, termasuk mobil, biar gak mewah juga. Bandarq

Sampainya dirumah Nina, kulihat Nina masi acak2an, rambut gak disisir, dia cuma pake t shirt gombrong panjang, sehingga kaya rok super mini. "Belum mandi? Tumben, biasanya pagi2 dah rapi". "Masi asik, jadi males mandi, masuk deh". Aku duduk dimeja makan, dia lagi sarapan, "Mo ngikut sarapan?" "Aku dah sarapan dirumah".




Ketika kita ngobrol santai, tiba-tiba keluar seorang lelaki dari kamar Nina, cuma pake celana pendek aja, bertelanjang dada. . Aku kaget ngeliatnya, ternyata bapak mantan dosen. Memang si pak dosen itu terkenal pemburu mahasiswi di kampus, banyak mahasiswi yang jadi temen kencannya. orangnya si ganteng, atletis dengan dada yang bidang, dan mata kuliahnya sulit lulusnya, sehingga banyak mahasiswi yang menggadaikan badannya dengan tukeran nilai tanpa susah-susah lagi.

Kayanya Nina langganannya juga neh, sampai sudah lulus masih aja pengen dipatil sama penis si bapak. Si bapak biasa aja melihat ada aku. "Kamu Sinta kan". "Ya pak, apa kabar, kok bisa ada disini". "Ya bisalah, saling berbagi ma Nina kan". Aku tertawa, aku ngerti sekarang, rupanya Nina teriak-teriak saking nikmatnya karena kejantanan si bapak, sampai serak gitu. Bandarq Online

"Sinta ganggu bapak gak nih". "Sama sekali enggak, mau join? Katanya Jablay". Wah Nina ember juga ke si bapak. "Kalo jablay, aku gak tersinggung kok kalo disuruh membelai kamu". "Membelai Nikmat Sin", Nina nimbrung. Si bapak, ikutan duduk dan sarapan bareng Nina. Aku agak risih karena mereka suap-suapan didepanku. "Kamu mau aku suapin juga Sin", tanya si bapak sambil tertawa. Aku cuman ngegeleng ja.


Setelah makan, Nina ngajakin aku duduk di sofa, dia tetep ja gak mandi. "Ada bokep asik Sin, mo liat gak". Nina langsung memutar dvdnya, ternyata bokep lesbian, jepang. Ah uh nya seru juga. Aku gak pernah liat bokep lesbian, tapi ini seru juga, mereka pake dildo yang kedua ujungnya berbentuk palkon, panjang dan gede, ujung satunya masuk vagina cewek pertama yang satunya terbenam di vagina cewek kedua, mreka saling tindihan, yang diatas menggoyangkan dildonya kluar masuk vagina cewek yang dibawahnya, yang langsung ber ah uh ria, kaya lelaki prempuan aja.

Si bapak ikutan nonton, duduk diseberang kami berdua. Nina mulai iseng, dia mngelus tokedku. Aku risih dan menepis tangannya, dia malah mengelus pahaku yang hanya tertutup rok mini, aku jadi menggelinjang dielus gitu, berahiku mulai timbul juga, pertama akibat bokep yang seru banget dan ditambah elusan tangan nakal Nina di payudara dan pahaku. Agen Bandarq

Nia makin agresif mengelus badanku. Aku malah diciumnya di bibir dengan penuh nafsu. Kembali sensasi menakjubkan itu kurasakan, nafasku mulai menjadi semakin tidak karuan, aku sudah tidak tahan lagi, langsung saja kuremas kedua payudaranya. Nina tidak pakai apa-apa dibalik tshirt gombrongnya.

Dia segera melepaskan tshirtnya sehingga langsung bertelanjang bulat. Dia menaruh tanganku di payudaranya, yang langsung kuremas dengan gemas, besar dan kenceng, lebih besar dari punyaku malah, sambil sesekali kuhisap, berkali-kali ia menjerit lirih. “Ohh.. mm.. uuouugh.. Sin.. uuhh..”jeritnya tertahan. Desahannya itu semakin membuatku kehilangan akal, tanpa pikir panjang kumasukkan jariku ke dalam liang vaginanya, dan.. “Bles..” terasa liang vaginanya masih rapat.


Sesaat dia ingin mengatakan sesuatu tapi dengan cepat aku langsung membungkam mulutnya dengan bibirku. Aku heran juga kok bisanya aku ngeladenin permainan Nina, padahal gak pernah terpikir sebelumnya aku bakal bergelut dengan sesama prempuan. Hebat banget pengaruh bokep itu ya.

Si bapak hanya senyum-senyum aja melihat ulah kami berdua. Dia asik nonton kami berdua, bokepnya dia matikan. "Sin diranjang aja yuk", Nina bangkit dan menyeretku ke kamarnya. Dia segera melepaskan t-shirt yang kukenakan, terpampanglah dua gundukan indahku terbalut BH putih berenda. Domino99

Kami berpandangan, kemudian dia mengecup bibirku, dan aku diseretnya keranjangnya, si bapak juga ikut ke kamar Nina. Sprei sangat acak-acakan, abis bertempur dahsyat rupanya Nina dan si bapak. Nina kayanya bisex, makanya mau gelut ma aku juga. "Sin, bodi kamu asik banget, proporsional ukurannya, tu jembut kamu lebat gitu, napsunya gede ya.

Tersiksa banget kalo jablay padahal napsunya gede", kata si bapak memuji tubuhku. Aku hanya diam saja. Nina berbaring di sampingku, dibelainya rambutku dengan lembut, dikecupnya keningku, bibirku, kemudian lidahnya mulai menelusuri tubuhku, diciumnya dadaku, pagutan demi pagutan membuat aku kegelian. Pentilku tegak berdiri karena aku sudah sangat terangsang. Dijilati pentilku satu persatu. “Oooh..!” aku mendesah kegelian, dia pun mulai menghisap pentilku yang sebelah kanan sedang yang kiri dipilin-pilinnya dengan kedua jarinya.




Aku makin mendesah, memejamkan mata sambil menggigit bibir, berusaha menahan gairah yang begitu menggelora. Bibir kami pun bertemu, saling melumat, lidah kami saling berpilin, dada kami saling bergesekan. Nina sudah tidak sabar lagi, ia mulai melepas rok mini beserta cd yang aku pake. Kini kami berdua sama-sama telanjang bulat, kami mulai bergumul di atas ranjang, berguling-guling ke sana kemari.

Bibirnya terus melumat bibirku, nafasku makin tidak teratur, Dia menindih tubuhku sembari jarinya mengobok-obok liang kemaluanku. Kedua jarinya berusaha mencari titik G-spotku, sampai akhirnya dia menemukannya, kemudian ditekannya dengan jarinya. Beberapa saat kemudian aku mulai menggeliat-geliat, kedua kaki kulingkarkan ke pinggangnya, tubuhku mulai mengejang, bahkan pantatku sampai terangkat. Tubuhku makin mengejang dengan hebat sampai-sampai aku memejamkan mata. tangannya yang satu lagi meremas pantatku dengan kuat, tubuhku semakin mengejang-ngejang. Agen Domino

“Ooohh.. oughh.. aahh.. Nin.. aku mau keluar nihh.. oohh..” aku mendesah dengan keras. aku merasakan cairan hangat keluar dari vaginaku. Tak lama kemudian aku pun mencapai orgasme, tubuhku mengejang dengan hebat, seolah-olah ada yang meledak dalam tubuhku. Aku terkulai lemas dalam pelukannya, dia tersenyum kepadaku, "Nikmat Sin?" aku hanya mengangguk lemes. "Terusin ma si bapak ya, katanya pengen nikmat", katanya lagi sambil bangkit dari ranjang, sementara aku masi terkapar di ranjang.


Nina menghilang gak tau kemana, aku si gak perduli ma Nina lagi, ngebayang kenikmatan yang bakal menerkamku waktu si bapak ngentotin aku. Si bapak segera memposisikan badannya diseebelahku tanpa menunggu persetujuanku lagi. Dia mengambil posisi memiringkan tubuh ke kanan menghadapku. Dia mulai aktif menciumi seluruh wajah, tengkuk, belakang telinga, leher, terus turun ke bawah, toked kiriku diisap-isapnya, sementara yang kanan dipilin-pilinnya lembut. Rangsangan ini segera membangkitkan birahiku. Aduq Online Terbaik

Mulutnya bergerak lagi ke bawah, ke arah pusar, dijilatinya dan ditiupnya lembut, kembali aku mendesah-mendesis nikmat, sambil jari tangannya mengobok-obok lembut lubang vaginaku, mengenai klitorisku, menimbulkan kenikmatan yang hebaaaat, kukejangkan seluruh tubuhku, sampai pingganggku tertekuk ke atas, serrrrrr…. kubasahi tangannya yang lembut dengan semburan cairan hangat yang cukup deras dari vaginaku. Cuman dielus aja aku bisa klimaks lagi, tangannya sakti nih. “Pak, masukkan sekarang, Sinta udah nggak tahaaaannnn……”, pintaku manja tanpa rasa malu lagi.



Tetap dengan posisi miring-berhadapan, kubuka selangkanganku tinggi-tinggi, kugenggam penisnya dan kusorongkan lembut ke lubang memekku. “aaaaahhhhhh…….” lenguhanku kembali terdengar lebih seru. Terasa sekali ada benda bulat panjang yang keras banget menerobos masuk vaginaku.

Sensasinya luar biasa, rasanya vaginaku penuh keisi penisnya yang lumayan besar itu, apalagi dia mulai menekan pelan sehingga masuk makin dalam. Penisnya baru masuk setengahnya dalam vaginaku, dimajukannya lagi penisnya, dan kumajukan pula memekku menyambut sodokannya yang mantap-perkasa. “Paaak… maju-mundurnya barengan, ya…..”, ajakku. Judi Online

Kami maju dan mundur bersamaan tanpa perlu diberi aba-aba, rasanya lebih enak dibandingkan pria di atas wanita di bawah. Kulihat si bapak merem-melek, demikian juga dengan diriku, penisnya dengan irama teratur terus menghujam-mantap berirama di dalam liang vaginaku yang terasa sempit kemasukan penisnya yang lumayan besar.


Terasa sekali gesekan penisnya ke dinding vaginaku, luar biasa nikmatnya. Baru kali ini aku merasakan nikmatnya bercinta. Vaginaku mulai tersedut-sedut lagi, tanda akan mengeluarkan semburan hangatnya. “Aduuuuhhhh, paaaak, enaaaaakkkkkkk……..”, aku agak berteriak sambil mendesis.

Dia belum muncrat, luar biasa kuatnya. “Ganti gaya, ya Sin, aku cabut dulu sebentar”, ajaknya sambil memutar tubuhku, tetap pada posisi miring membelakanginya. Dia memelukku kuat dari belakang, sambil meremas lembut kedua payudaraku, kuangkat kakiku sebelah, dan kuhantar lagi kontolnya memasuki vaginaku……“aaaaaaaaahhhhhhhhhhh …. enak, paaak……., gesekannya lebih terasa dari yang tadiiiiii…..” aku mendesah nikmat…..Kali ini aku hanya diam, sedang dia yang lebih aktif memaju-mundurkan penisnya yang belum muncrat-muncrat juga air maninya. Bandarq Terbaik

Sudah hampir satu jam dengan dua gaya ini, "Sin, aku mo ngecret, didalem ya". "Ya pak, muncratin didalem aja, biar lebih nikmat lagi". Dia semakin mempercepat irama maju-mundurnya, dan “Aaah, aaah, aaahh….” dia mendesah sambil mengeluarkan pejunya dengan tembakan yang kuat-tajam-kental bagai melabrak seluruh dinding rahimku, setrumnya kembali menyengat seluruh kujur tubuhku. “Aaaaaaaa………” aku berteriak panjaaaanng sambil kusemburkan juga air memekku.


Tenagaku benar-benar seperti terkuras, tanpa melepaskan pelukan dan juga penisnya, masih dengan posisi miring, kami terdiam lagi beberapa menit… sampai semua getaran mereda. "Sin, dah lama banget aku pengen ngerasain rasanya kamu, sejak kamu masi kuliah, tapi gak pernah kesampaian.

Nina aja sampai ketagihan bercinta ma aku, sampai sekarang masih sering minta aku datang. NIkmat gak Sin". "Nikmat banget pak, bapak kuat banget si bercintanya, Sinta bisa berkali-kali klimaks bapak baru klimaks. Mo lagi ya pak". "Tu kan, apa aku bilang, prempuan yang jembutnya lebat mana puas cuma sekali main". “Mandi bareng, yok” ajaknya. Mario99

Dicabutnya penisnya dari lubang vaginaku yang sudah kering, aduuuhhhh enaknya. Aku pun segera bangun. Dia menarik tanganku, aku bangkit dan dipeluknya. Aku di ciumnya sambil menggelitiki payudara dan vaginaku, kembali birahiku naik. Sampai di bawah keran pancuran air hangat, kami berdua berpelukan, berciuman, merangkul kuat.




Dengan posisi berdiri,kembali penisnya mengeras bagai batu, segera kurenggut dan kugenggam dan kumasukkan lagi ke memekku. Staminanya kuat banget ya, gak tau deh semalam berapa ronde dia bercinta dengan Nina, skarang baru saja ngecret di vaginaku dah ngaceng lagi, keras banget.

Dengan tubuh basah disiram air hangat dari pancuran, dan tetap dengan berdiri, kami bercinta lagi. Dia kembali menggerakkan penisnya maju-mundur, sementara aku bagai menggelepar memeluk erat tubuhnya yang perkasa. “Pak, sabunan dulu, ya", tanpa melepaskan penisnya dari vaginaku, kami saling menyabuni tubuh kami, khususnya di bagian-bagian yang peka-rangsangan. “Lepas dulu, ya Sin, aku ambilkan handuk dulu”, dia melepaskan tusukannya, menuju lemari pakaian Nina, dan diambilnya dua handuk baru, satu untukku satu untuknya. Capsa Susun

Selesai handukan, aku bermaksud mengambil pakaianku karena kupikir aktivitas hari ini sudah selesai. “Eiittt, tunggu dulu, penisku masih keras nih, harus dibenamkan lagi di vagina kamu sampai aku ngecret lagi.” Gila, mau berapa kali aku orgasme hari ini. kuhitung-hitung sudah 12 kali aku menyemburkan air vagina sedari tadi dikilik ma Nina.


Aku mengambil posisi sederhana, terlentang menantang biar dia bisa menindihku dari atas. Kami melakukannya lagi sebagai hidangan penutup dengan “Gaya Sederhana” mot. Dia terus menggoyang penisnya maju-mundur. Kembali aku akan mencapai puncak lagi, sedang dia masih terus dengan mantapnya maju-mundur begitu kuat. “Pak, Sinta sudah mau keluar lagiiiiii……”, kukejangkan kedua kakiku dan sekujur tubuhku. “Sin, aku juga mau keluar sekarang……”, dalam waktu bersamaan kami saling menyemprotkan dan memuncratkan cairan kenikmatan kami masing-masing. “Enaaak, paak…….” “Puaas, Sin……….” Dia langsung ambruk di atas tubuhku.

“Hari ini adalah hari yang paling luar-biasa dalam hidup Sinta pak, kayaknya Sinta gak bakalan lupa deh, makasi ya pak". "Kalo kamu mau lagi, call aja, kita bikin janjian berdua aja, mau dimana terserah", katanya sambil mencium lembut bibirku. Sakong

Kupakai pakaianku, kukecup lagi kedua pipi dan bibirnya, segera aku lari menuju kamar mandi, membersihkan pejunya yang masih menetes dari lubang vaginaku. Kukenakan cd, bh, rok mini, dan t shirtku lagi, rambut kusisir rapi lalu aku keluar kamar. Nina gak kliatan, aku gak tau dia dimana, ya udah aku balik aja kerumahku dengan penuh rasa nikmat. Kebayar rasanya kenikmatan yang gak kudapet dari suamiku. Kapan-kapan pasti aku akan mengulangi dengan si bapak, seperti tawarannya tadi.


Baca Juga :